Logo Saung Banon Arts
Saung Banon Arts
Saung Banon Arts adalah studio seni visual yang berdiri pada tahun 2002. Alex dan istri, Nena Cunara membangun rumah seni ini untuk tempat berkarya dan juga tempat beraktivitas seni, seperti: diskusi, pementasan teater, pembacaan karya sastra, dan residensi student. Rumah studio Saung Banon Arts terdiri dari beberapa bangunan berarsitektur tradisional Jawa, beralamat di Desa Sidokarto, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.
Bangunan Saung Banon Arts adalah rumah asli dari desa yang letaknya dipindahkan ke tempat yang baru di desa Sidokarto. Alex merancang denah dan tata letaknya dengan sangat sederhana, berdasarkan aturan tradisi orang Jawa dalam mendirikan rumah tinggal. Desainnya bergaya Jawa ndeso, yang terdiri dari beberapa model atap, yaitu: limasan, kampung, joglo, jineman dan kandang sapi.
Pada mulanya, Alex memfungsikan Saung Banon Arts untuk studio pribadi saja. Karena pertimbangan ibadah seni, pada tahun 2016 mulai menerima program residensi di Saung Banon Arts. Residensi ini dikhususkan untuk student yang ingin belajar memperdalam penciptaan karya serta pengetahuan tentang seni visual dan video art. Metode yang diterapkan adalah kualitatif non-formal dengan mengutamakan pendekatan keilmuan dan humanisme. Sebagai seniman pengkarya, tentu akan bermanfaat kalau bisa menularkan ilmu pengetahuan terhadap anak-anak muda yang ingin belajar seni. Model pendidikan seni dengan metode kualitatif nonformal yang dikembangkan melalui pendekatan humanis, praktik berkarya, serta menulis esai ternyata berhasil dan berjalan dengan lancar. Cara pembelajaran seperti itu banyak menarik minat anak muda yang ingin menimba pengetahuan seni dan praktik studio.
Rumah ibadah seni Saung Banon Arts terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan belajar sekaligus berkarya untuk mengekspresikan pengalaman estetikanya. Studio ini juga menjadi ruang publik tempat berkumpulnya para sahabat seniman yang gemar bersilaturahmi. Mereka dapat berkunjung sembari ngopi dan berdiskusi. Suasana seperti inilah kemudian yang mempererat persaudaran kita sesama seniman. Dengan kata lain, Saung Banon Arts memfasilitasi terciptanya harmonisasi kehidupan seniman antardaerah juga generasi.
Sejak memiliki studio Saung Banon Arts, Alex merasakan betapa pentingnya rumah studio bagi seorang seniman. Perjuangan hidup Alex sebagai seniman tidak akan pernah terhenti. Banyak sahabat dari kalangan seniman menyebut, ”Alex Luthfi R sudah identik dengan filosofi Saung Banon Arts.” Karena penilaian itulah, Alex akan terus berjuang, berkarya, selagi pikiran serta jiwa ini masih mampu menghidupkan kreativitas.
Sebagai rumah ibadah seni, sejak tahun 2002 hingga sekarang, Saung Banon Arts sudah mencurahkan banyak aktivitas untuk kemajuan seni visual, khususnya di Yogyakarta dan Nusantara pada umumnya.
Alex konsisten menjalankan dan mengembangkannya dengan tulus ikhlas untuk kemajuan kesenian dan pendidikan seni. Semoga Saung Banon Arts selalu di dalam lindunganNya, berdiri kokoh menjalankan takdirnya sebagai ruang ibadah seni.
Cras ultricies ligula sed magna dictum porta. Quisque velit nisi, pretium ut lacinia in, elementum id enim. Donec rutrum congue leo eget malesuada. Cras ultricies ligula sed magna dictum porta. Mauris blandit aliquet elit, eget tincidunt nibh pulvinar.
Mauris blandit aliquet elit, eget tincidunt nibh pulvinar a. Donec sollicitudin molestie malesuada.









